Kamis, 07 Juni 2007


05
JATUH CINTA, BERJUTA RASANYA

“Jatuh cinta, berjuta rasanya”, Wow. ... ini kalimat yang saya pernah dengar sewaktu masih remaja, tatkala lagu ciptaan nenek cantik Titik Puspa yang dikumandangkan oleh Mr. Eddy Silitonga masuk deretan hits di tangga lagu-lagu popular Indonesia. Saat ini saya kurang tahu lagu-lagu cinta yang beredar di Indonesia yang popular, tetapi saya yakin ada banyak lagu-lagu yang diciptakan pasti berbumbu cinta.

Pada umumnya semua orang sangat terkesan dengan yang namanya cinta, beberapa film yang sangat terkenal semenjak jaman dahulu sampai saat ini di Indonesia mulai dari Romeo and Juliet, Endless love, Titanic, Sam Pek Eng Tai, lalu sederetan film lain Gita Cinta dari SMA, Meteor Garden yang dari F-4, lalu yang terbaru sebuah film Nasional Ada apa dengan Cinta?, belum lagi film Telenovela, semuanya memasuki box office ditambah sebuah film Nasional yang diprotes peredarannya “Buruan Cium Gue Dong?”. Lalu juga bintang-bintang film yang terkenal main film cinta, ada Rano Karno yang dipasang dengan Jessy Gusman atau Lidya Kandau, dan kalau film Hongkong ada Teng Kuang Yung dan Liem Chin Shia dan sebagainya. Sedangkan penontonnya dari berbagai kalangan dan usia, orang-orang kaya sampai abang becak, dari yang ngak ngecap sekolah sampai para sarjana. Kenapa demikian? Karena cinta itu sangat indah, menarik sekali dan menakjubkan. Cinta dapat melahirkan tertawa hingga cucuran air mata.
Tatkala kita berbicara tentang cinta maka bakal timbul kesan yang berbeda bagi orang yang mendengarnya, tergantung bagaimana pengalaman masing-masing tentang cinta itu sendiri. Ada yang menangkapnya dengan wajah cemberut, ada yang tersipu malu, ada yang memerah pipinya bahkan ada yang tersenyum bahagia. Ada lagi yang pura-pura tidak tahu, malu tetapi mau dan ada yang marah. Yang terakhir ini bagi mereka yang marah mungkin merasa pernah kecewa dengan cinta. Cinta bisa membuat orang makan es cream segelas berdua, tetapi cinta juga dapat membuat orang meneguk Baygon berdua.
Sementara itu jarak antara cinta dan benci itu bertetangga, sedikit saja orang yang bercinta itu melanggar komitmen, akan berubah menjadi benci. Mungkin pertama seperti judul lagu pop lima belasan tahun yang lalu, “Benci Tapi Rindu” yang dinyanyikan oleh Diana Nasution, lalu kalau tidak bertahan lagi akan berubah menjadi “Selamat Jalan Sayang” yang dinyanyikan oleh Nur Afni Oktavia, dan akhirnya muncul kalimat di dalam nyanyian lagu itu yang berkata “Terlambat sudah kau datang padaku”? Cinta dapat menghasilkan kalimat tiada maaf bagimu!
Cinta itu membuat orang geregetan, serba salah, salah tingkah, hidupnya berubah, menjadi necis, atau secara total berbalik 180 derajat. Seorang penyanyi yang bernama Gombloh pernah bilang cinta itu membuat “tahi Kucing terasa cokelat”, tetapi saya kurang yakin tentunya, kalau anda hendak mencoba mencicipinya, saya tidak melarangnya.
Sekarang kita bertanya, sebenarnya apa itu cinta?
Anda masih ingat pantun seperti ini bukan? Dari mana datangnya Lintah? Dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Jadi cinta itu dikatakan dari pandangan mata turun ke hati seseorang. Tetapi mungkin anda ingin protes, sebab ternyata orang buta pun bisa bercinta, nah ini bagaimana lagi? Apakah pantun tersebut salah? Atau bagaimana!
Mari, kita bertanya kembali arti cinta itu? Cinta itu merupakan suatu ungkapan perasaan sayang yang paling dalam dan tidak dapat diwujudkan oleh suatu barang atau apapun, cinta itu menyangkut perasaan kita terhadap seseorang atau suatu benda, namun biasanya cinta itu identik dengan rasa sayang antar lawan jenis, misalnya cowok ke cewek atau sebaliknya.
Di jaman gila-gilan ini, ternyata mereka yang cowok dengan cowok atau sebaliknyapun dapat bercinta. Bahkan ada gereja-gereja di Amerika yang sudah mengakui pernikahan kaum homo dan lesbian, dunia semakin edan!! Firman Tuhan diputarbalikkan. Itu sebabnya ada seorang ibu pernah mengatakan, bersyukurlah, kalau anak anda ngerti berpacaran, jadi dia mengerti cara pilih pasangan lawan jenisnya.
Cinta berawal dari suka yang kemudian terus berkembang dan terbentuk tanpa terasa, bahkan menjadi sangat terikat antar satu dengan lainnya dengan wujud sayang, sehingga mereka yang sudah terpikat tidak mudah menghapuskan rasa cinta dari dalam hatinya. Apabila orang tersebut tidak siap, maka putus cinta dapat berakibat malapetaka, misalnya sakit jiwa bahkan ada yang bunuh diri. Ada pula yang gara-gara pernah kecewa pada cinta, ia memutuskan untuk hidup selibat atau menyendiri, tidak mau bercinta lagi.
`Kata cinta itu (love) merupakan suatu kata yang sangat banyak maknanya, anda akan bingung sendiri ketika mencoba mendefinisikan sesuai dengan kamus cinta yang anda baca. Misalnya ada yang mengatakan kita mencintai jantung hati kita, akan tetapi kita juga mencintai Bakmi atau Orange Juice. Apakah dengan kata lain kita membandingkan kekasih kita sepadan dengan Bakmi atau Orange Juice? Tidak juga! Itu sebabnya bingung bukan??
Bagaimana rasanya jatuh cinta?
Pertanyaan ini cukup menarik untuk disimak? Orang yang jatuh cinta merasa semuanya berbunga-bunga, kadang senyum- senyum sendiri, lalu mulai sisir rambut berulang kali, para gadis yang tubuhnya subur berusaha mengurangi hingga mencapai berat yang standard, ia rela tinggalkan makanan yang enak-enak, padahal kemarin dahulu sebelum jatuh cinta, makanan itu disantapnya. Dari mulai cokelat, Mc Donald dan Kentucky Fried Chicken, namun sekarang makanannya vegetarian, minumannya pun berubah menjadi teh pahit saja.
Menarik juga kalau anda pernah menonton salah satu saja film India, biasanya selain menyajikan adegan perkelahian juga ada adegan cinta. N’tah kenapa kalau di film India , orang-orang yang bercinta itu selalu berlari-lari dan sembunyi di bawah pohon-pohon. Sambil bergandengan tangan menyanyi, ini merupakan ciri khas orang India. Beda kalau orang Barat yang bercinta, mainannya di kamar, nah ini lebih repot dan sering melewati batas teritorial.
Ada seorang penulis yang sering menulis di surat kabar mengatakan bahwa jatuh cinta itu dapat membuat orang jadi bodoh? Waw… menarik juga disimak? Kenapa bisa jadi bodoh? Saya coba mengerti apa maksudnya? Pikir punya pikir, benar juga sih, orang yang jatuh cinta bisa jadi seperti orang bodoh. Kadang senyum sendiri, tertawa sendiri, kadang bicara sendiri, kadang lihat cermin lama-lama sambil bolak-balik kayak fashion show, namun kadang menangis sendiri, kadang menjerit, kadang marah-marah. Sungguh aneh bukan? Syukurlah, ini masih batas yang normal, namun ada yang lebih parah kadang pergi ke tempat yang jauh menyendiri, lalu mencoba lompat ke sungai, mencoba gantung diri ( kalau di pohon cabe rawit sich ngak masalah, namun kalau yang dipilih pohon Kedondong bisa repot, bahaya sekali) dan pernah terjadi ada yang meneguk obat nyamuk di kamar mandi sebuah restoran, untung orangnya tertolong; namun sudah cukup meresahkan dan menyusahkan orang banyak. Inilah kira-kira rasanya orang yang jatuh cinta.
Jadi benar sekali sih cinta itu berjuta rasanya, cukuplah berjuta, kalau bermilyar rasanya akan puyeng sekali? Sebab berjuta rasanya saja sudah cukup puyeng! Gimana ? Apakah anda lagi puyeng? Kalau puyeng, pasti lagi jatuh cinta, oh jatuh cinta, berjuta rasanya!!

04
MILIH PACAR
YANG CANTIK DONG!!!
Wajah cantik, siapa yang tidak suka! Anda dan saya pasti suka. Kawan-kawan kita juga suka, bukan? Mulai dari anak kecil, para remaja, pemuda sampai dewasa bahkan eng kong –eng kong serta emak –emak suka akan kecantikan. Itulah sebabnya tidak heran, banyak kaum Hawa tidak sungkan-sungkan menghabiskan uangnya hanya mengurus masalah kecantikan. Ia rela memaksakan diri diet supaya tubuhnya langsing dan elok dipandang, berpuasa berhari-hari tidak soal., yang penting uangya bisa ditabung untuk bayar perawatan dirinya. Yang paling, paling dan paling penting ia bakal berpenampilan cantik. Dengan modal cantik ini, maka ia akan menarik perhatian orang banyak, karena semua orang suka yang cantik.

Sebenarnya apa guna kecantikan itu sih? Wow, kecantikan itu rupanya untuk dilihat dan dipandang oleh orang lain selain diri sendiri, kadang-kadang karena masalah kecantikan ini cermin milik kita dapat menjadi korban hanya gara-gara di wilayah wajah seseorang muncul sebutir jerawat yang tidak diundang, hal ini terjadi diakibatkan ia tidak dapat menahan selera terhadap kacang goreng. Lalu mulailah ia mengoleskan diri dengan berbagai bumbu eh salah dengan berbagai bedak agar secepatnya mengusir jerawat nakal yang hingap di wajahnya.

Baru-baru ini saya dikirimi sebuah email yang berisi wajah para artis cantik dikala tidak bersolek lalu disertakan juga wajahnya pada saat sudah bersolek, wah ternyata mereka itu lebih jelek dari dari para wanita-wanita yang secara umum dilihat oleh mata manusia itu jelek. Dengan kata lain, ternyata kecantikannya itu hanya merupakan polesan belaka, atau kasarnya tipuan penglihatan manusia. Saya pikir kalau ada kesempatan, kita membuat kepanitiaan kontes kecantikan para wanita tanpa bersolek. Nah, pada waktu itulah akan ketahuan yang benar-benar orisinil, siapa sebenarnya yang paling cantik secara natural dan alamiah atau yang cantik secara “zat kimia”, maksudnya dipoles dengan bahan-bahan kimia berupa bedak-bedak dan gincu serta spidol yang mahal itu.

Suatu hari ada seorang suami yang agak jengkel pada isterinya. Sebab ia suka bersolek dan memilih pakaian berjam-jam lamanya setiap hendak bepergian. Apalagi ditambah dengan setiap pakaian yang dicoba itu selalu ditanyakan pada sang suami, “sudah cantik belum saya kalau begini” Sementara sang suami sudah menjawab “ya , cantik” , tetapi sang isteri masih tidak puas, lalu menggantikan lagi dengan yang lain. Tiba-tiba setelah berulang kali gonta-ganti pakaian lagi, sang suami bertanya, “bukankah cukup kalau saya sudah mengatakan kamu itu sudah cantik”? Mau dipamerkan untuk siapa lagi? Apakah masih diharapkan orang lain tertarik padamu? Cantik itu bukan tidak perlu sebenarnya, jangan waktu mau bepergiaan lalu asal aja tanpa bersolek, itu mempermalukan suami.

Di dunia nyata kita, kecantikan itu memegang peranan yang sangat penting, misalnya para manager merekrut sekretaris pastilah ia memilih yang berwajah cantik. Untuk memamerkan mobil mewah maka wanita cantik ditampilkan dengan pakaian seksinya, lalu para artis juga pada umumnya yang cantik-cantik, para pria memilih pacar, pasti juga memilih yang cantik, walaupun sesungguhnya kecantikan itu sangan subjektif dan relatifi, namun menurut standard kaca mata pria itu calon isterinya pasti yang paling cantik di dunia. Konon dahulu kala sesungguhnya wanita yang paling cantik di dunia hanya satu, yakni Hawa, karena waktu itu tidak ada saingannya. Kalau sekarang sudah banyak sekali wanita sehingga saiangannya juga cukup banyak.

Sebenarnya cinta dan ukuran pasangan yang ideal seseorang itu bukan masalah cantik atau tidak, coba lihat emak-emak dan eng kong-eng kong mereka masih setia bergandengan tangan pergi ke mana-mana, kadang peluk-pelukan, masih akrab dan saling menyayangi. Kalau kecantikan merupakan standard mereka, pastilah sudah jauh-jauah hari mereka berpisah, karena saat ini mereka sudah TOP alias Tua, Ompong dan Peot. Pertanyaannya, mengapa demikian? Jawabannya karena bukan kecantikan yang sebagai ukuran, tetapi ada sesuatu yang melebihi dari kecantikan itu, yang berada di dalam hati yang terdalam, kecantikan yang di dalam, kecantikan batiniah yang tersembunyi.

Ada orang mengatakan bahwa, jangan mencintai karena kecantikan, namun justru karena kita mencintailah maka dia menjadi cantik. Makanya tidak heran sering ditemukan wanita yang wajahnya cantik, kebanyakan pasangannya di luar perhitungan kita artinya tidak setampan yang kita anggap sepadan, saya katakan “kebanyakan” yang artinya tentu tidak mutlak. Pasangan yang dimaksud juga bukan karena “nikah” dengan motivasi harta, sebab pernah terjadi di kota kelahiran saya ada seorang pengusaha yang kaya-raya namun sudah lanjut usia, tetapi menikah lagi dengan isteri yang baru berumur duapuluhan.

Kecantikankan itu tidak penting di dalam masalah cinta-mencintai. Namun bukan berarti pula para wanita tidak perlu bersolek, sehingga mereka tampil apa adanya dan membiarkan tubuhnya gembrot melorot. Kalau ini terjadi maka dunia tidak seindah sekarang ini, walaupun sesungguhnya kecantikan itu banyak bohongnya.

Sekarang permisi tanya, kalau kecantikan itu tidak terlalu penting, lalu apanya yang penting? Terus terang apa artinya seorang wanita itu cantik rupawan dan menawan, namun hidupnya tidak karuan, hatinya jahat, suka mabuk-mabukan, candu narkoba, perokok berat, suka ngomong jorok, berpakaian yang seronok dan sebagainya. Firman Tuhan mengatakan “seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila” Pemandangan terhadap wanita yang model beginian membuat standard para wanita cantik itu menjadi tenggelam dan murahan. Belum lagi ditambah dengan para wanita cantik itu biasanya banyak teman prianya, kemungkinan besar juga banyak pacarnya. Nah kalau itu terjadi, maka standardnya akan bertambah melorot, ia ibarat piala bergilir yang gonta-ganti pemiliknya, malam senin pacarnya si Charlie, malam Selasa muncul si Budi, malam Rabu ada lagi si Robert, malam kamis sederetan hingga ia lupa namanya, ada si Philip, si Daniel, si dan lain-lain, yang pasti si Saumiman tidak ikut-ikutan
Ada satu kecantikan yang tidak dapat dibeli dan tidak dapat hilang, yakni kecantikan dari dalam yang seperti saya singgung di atas yakni kecantikan batiniah. Walaupun kita tidak mengupas sampai jauh mendalam apa itu kecantikan batiniah, namun kita dapat melihat bahwa kecantikan yang ada di dalam itu melebihi segalanya. Itulah sebabnya mengapa di dalam Kidung Agung, raja Salomo menuliskan tentang gadisnya yang hitam tetapi cantik (Kidung Agung 1 : 5), suatu penilaian yang sungguh-sungguh keluar dari hati yang terdalam, bukan berdasarkan standard yang secara umum. Biasanya kalau dirinya sudah hitam, dia malu ngomong bahwa ia cantik, tetapi si hitam ini begitu percaya diri mengatakan bahwa ia memang cantik. Ia sungguh-sungguh menghargai dirinya sebagai ciptaan yang mulia. Itu sebabnya di Indonesia kita sering dengar kata Hitam Manis, kita jarang mendengar Putih Manis, nah kalau sudah putih berarti bahaya, itu sebabnya yang putih disebut pucat. Makanay tidak heran banayk orang berkulit putih suka berjemur di pantai, supaya kelihatan hitam sedikit.

Kecantikan yang ada di dalam diri seseorang itu lebih berarti dari pada kecantikan di wajah. Tadi kita sudah jelaskan bahwa, kecantikan karena wajah itu dapat menimbulkan berbagai problem kebohongan, yang sangat tergantung pada alat-alat kecantikan, lagi pula sifatnya sementara. Tetapi kecantikan yang di dalam tidak demikian, ia sudah terpatri di dalam diri orang tersebut dan tidak pernah luntur. Konkretnya, apalah arti seorang gadis yang cantik secara wajah, namun kurang ajar, tidak sopan, suka menyimpan dendam, kasar, tidak pernah memaafkan orang lain, tidak ringan tangan namun kerjanya hanya bersolek, tidak betah di rumah, suka menghina orang lain, selalu bertengkar dengan teman-temannya bahkan sombong dengan kecantikannya itu.


Seseorang yang cantik dihadapan Tuhan adalah seseorang yang mengerti bahwa kecantikan itu adalah anugerah dari Tuhan, dan itu tidak dapat dibeli dengan uang. Itu sebabnya jangan ada yang sombong. Belum tentu orang yang cantik itu akhirnya mendapatkan suami yang tampan, yang kaya, dan segalanya yang terbaik, namun sering kali karena kesombongannya atas kecantikannya itu membuat dia harus dijauhi orang banyak, teman juga sedikit bahkan tidak ada. Tidak sedikit saya temukan ada wanita yang semasa mudahnya cantik, bahkan banyak yang naksir, tetapi karena jual mahal dan sombong, akhirnya ia harus hidup menyendiri.

Selain itu orang yang hidupnya cantik dihadapan Tuhan sudah pasti mengasihi orang lain, pengampunan itu akan gampang sekali diberikan. Bagi orang yang di dalam dirinya memiliki kasih yang murni, pastilah ia juga bakal dikasihi orang lain. Namun kalau sampai orang lain membencinya, pastilah ada yang tidak beres. Sangat indah tentunya orang yang cantik juga mengasihi Tuhan, sehingga ada keseimbangan secara khusus. Dengan demikian maka lahirlah mereka yang cantik diri dari dalam, cantik kepribadiannya, cantik karakternya dan juga cantik kerohaniannya, sedangkan kecantikan di wajah sudah menjadi relatif sekali. Nah, orang yang demikian sungguh cantik, bukan?.

Sekarang permisi tanya, anda mau memilih yang mana, kecantikan yang dipoles atau kecantikan batiniah? Yang dipoles akan segera hilang yang batiniah senantiasa ada. Tuhan mengasihi kita, ia tidak memasang syarat kecantikan pada kita. Artinya Tuhan menerima kita apa adanya, tuntutan-Nya hanya satu, penyerahan diri secara total kepada-Nya, hanya itu. Lalu kalau memilih pacar, bagaimana? Maka serempak terdengar suara dari para pemuda itu bersorak “Milih pacar yang cantik dong?” Okey, silahkan pilih yang cantik, terlebih-lebih cantik luar dalamnya.


03
CINTA ITU BUTA, ORANG BUTA BERCINTA

Benar ngak sih cinta itu buta? Kalau cinta itu buta koq orang buta bisa bercinta juga ya? Oh ya, yang pasti adalah cinta itu dapat membuat kita menjadi buta. Kenapa begitu? Emangnya cinta itu ada racunnya? Racun sih tidak ada ya, tetapi pengaruhnya, wow luar binasa? Orang yang lagi ngebet jatuh cinta, dapat berubah total, bayangkan saja, tiba-tiba orang itu bisa jadi rajin sekali, biasa bangun paginya jam 12.00 siang, begitu jatuh cinta bangunnya bisa menjadi jam 06.00 pagi, sebab pagi itu ia bakal ngantar sang kekasih ke kampus. Kalau biasanya baru hujan gerimis rintik-rintik saja sudah ngak bakal mau diajak ke luar, eh ini malah hujan badai saljupun masih pergi jemput sang kekasih. Dampaknya besar sekalikan! Nah sekali lagi, untuk hal-hal yang positif tidak masalah kalau ditularkan, asal jangan yang negatif. Sebaliknya bila gara-gara cinta, jadi malas kuliah, foya-foya, maka hal ini yang perlu dipertanyakan? Tetapi kemungkinan itu ada, makanya perlu waspada.

Ada orang yang benar-benar “dibutain” gara-gara cinta, lalu di sana sini orang-orang menuduhnya kena santet atau guna-guna, padahal dasarnya ia kebelet jatuh cinta. Cinta itu membuat ia tidak makan dan minum seharian tanpa merasa lapar. Seharian aja tidak ketemu, rasanya seperti seperti setahun. Cinta itu menjadi buta, apabila kita melihat seseorang yang tiba-tiba jatuh cinta dengan orang yang kita tidak duga sama sekali, misalnya pada seorang penjahat kelas kakap, pemabuk, penjudi atau peneguk ekstasi, atau wanita malam. Mungkin masyarakat menjadi heran, kenapa koq dianya masih mau sama orang model gituan? Tapi dasar cinta sih, cinta itu buta.

Orang yang sudah jatuh cinta kadang nekad, dan tidak peduli pada orang tua atau nasehat pendeta, yang penting kalau sudah cinta ya maju terus seperti prajurit, walau tidak mendapat persetujuan dari mereka tidak masalah. Hingga hari ini masih banyak pasangan yang terpaksa berpisah, karena desakan dan tekanan serta ancaman orang tua, namun tidak sedikit juga yang nekad, mereka mengambil jalan jalan pintas, yakni kawin lari (Maksudnya bukan sambil berlari-lari, tetapi tanpa persetujuan orang tua). Nah, alhasil ya malu-maluin, ia sendiri malu, orang tua juga ikut malu; tetapi yang penting bagi mereka berdua adalah cinta. Kalau sudah demikian, orang tua mau ngak mau ya mau, sebab mau bilang apa lagi. Cuma kasihan ntar anaknya tu, sekali lagi masyarakatkan jahat, saya pernah dengar ada seorang anak sekolah yang diejek oleh anak-anak tetangganya bahwa ia lahir karena orang tuanya kawin lari? “Oh ya Papa dan Mamamu kawin lari”, saya tidak tahu siapa yang mengajar mereka katakan demikian? Bisa saja orang tuanya yang kasih tahu.

Sebenarnya cinta itu sendiri tidak buta, buktinya ia masih sanggup membedakan mana sang kekasih dan yang mana bukan secara sadar, mana yang cantik dan jelek, yang pasti orang yang sudah jatuh cinta tidak peduli siapa yang dicintai. Si cewek yang secara umum dinilai orang kurang cantik, namun penilaian pribadinya dapat berubah menjadi cantik bak bidadari turun dari khayangan. Sebaliknya si cowok yang kurang tampan, baginya seperti Silvester Stallone yang baru keluar dari Hollywood.

Konon cerita di sebuah desa hidup seorang wanita yang buruk rupa. Sedemikian buruknya hingga kaum muda menjauhinya. Ada kebiasaan di desa itu memberi mas kawin dari pria yang hendak melamar gadis idamannya, Banyak tidaknya mas kawin yang diberikan tersebut tergantung dari kecantikan sang gadis. Jadi apabila gadis itu berwajah biasa-biasa, maka mas kawinnya berharga seekor kambing. Kalau lebih cantik lagi, jumlah kambingnya bertambah banyak. Dan yang terbanyak mas kawinnya sampai saat itu adalah mas kawin primadona di desa tersebut, sebanyak 10 ekor kambing.

Setiap orang membicarakan tentang 'harga' gadis jelek itu. Mereka berkata: "Ah, dia kan buruk rupa. Mana ada yang mau. Jangankan seekor kambing, seekor ayampun pasti tidak ada” Dan yang lain berkata: "Jangankan seekor ayam, membayarnya dengan bangkai ayam matipun pasti tidak ada yang mau. " Dan mereka menertawakan nasib gadis malang yang buruk rupa itu.
Gadis itu berulang-ulang mendengar gurauan mereka, dan hatinya menjadi sedih dan terluka. Harga dirinya rusak, dan dia sendiri hampir percaya, bahwa tidak ada seorangpun yang mau mengambil dia sebagai istri. Hingga suatu saat, tersiar kabar bahwa gadis buruk rupa itu disunting oleh pemuda dari desa seberang. Dan penduduk desapun bertanya-tanya, pemuda malang manakah yang “buta” meminang gadis buruk rupa itu? Mereka berbondong-bondong datang ke rumah orang tua gadis buruk rupa tersebut dan bermaksud menanyakan tentang kebenaran hal tersebut. Dan alangkah kagetnya mereka, ketika sampai di sana, mereka menemukan mas kawin dari pemuda itu.Mas kawinnya berupa sapi! Tidak pernah ada seorang wanita cantik manapun yang pernah diberi mas kawin semahal dan seberharga itu! Bahkan gadis tercantik di desa itu hanya 'seberharga' 10 ekor kambing. Dan mereka lebih terkejut lagi ketika mendapatkan bahwa tidak hanya seekor sapi, tapi ada 10 ekor sapi di kandang.Ya 10 ekor.
Mereka tambah penasaran. Oleh sebab itu, penduduk berbondong-bondong berjalan ke desa seberang untuk melihat bagaimana nasib wanita buruk rupa itu. Berjuta pertanyaan muncul, Barang kali pemuda itu gila? Matanya buta kali, nggak liat apa kalo dia jelek setengah mati?"
"Ah jangan-jangan cuma dijadikan pembantu rumah tangga, pasti diberi makanan yang sedikit lalu dijual lagi ke pedagang budak belian." Ketika tiba di rumah pemuda itu, mereka melihat bahwa rumah itu amatlah mewah. Dindingnya diukir dengan indah. Dan mereka semakin yakin bahwa dugaan mereka tentang wanita malang ini akan dijadikan pembantu rumah tangga dan budak adalah tidak salah.

Ketika mereka mengetuk pintu, seorang pemuda tampan menyambut mereka. Dia memperkenalkan diri sebagai pemilik rumah. Mereka bertanya apakah mereka boleh bertemu dengan gadis tersebut. Sang pemuda kembali masuk ke rumah, setelah mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu. Seorang wanita muda yang cantik datang menyambut mereka. Rambutnya tertata rapi, tutur katanya halus dan lembut, dengan ramah ia mempersilahkan mereka mengambil makanan dan minuman. Penduduk bertanya, di manakah gerangan gadis buruk rupa itu? Apakah baik-baik saja? Dimanakah ia sekarang? Wanita yang cantik tersebut menjawab, "Sayalah orangnya".Orang-orangpun melongo, melotot, dan tak mampu berkata-kata. Merekabertanya? Apakah benar? Apakah tak salah lihat ? Gadis itu kan jelek sekali, sementara wanita ini amat anggun dan cantik?
Wanita tersebut berkata, "Saya merasa cantik, ketika saya mengetahui bahwa suami saya menghargai saya dengan harga yang mahal. Saya sadar bahwa dia bukan hanya berusaha berkata bahwa saya cantik, bukan seperti apa kata orang, terlebih lagi karena dia mencintai saya. Sebagai balasannya, saya berusaha memberikan yang terbaik yang pernah saya bisa berikan, karena saya tahu, suami saya menebus saya dengan harga yang amat mahal, saya berdandan dengan cantik, saya mengubah model rambut, dan berusaha menyenangkan hatinya. Dan inilah saya yang sekarang." Cerita ini hanya sebuah dongeng anak kecil sih, tetapi pesannya terlihat jelas, cinta dapat membuat anda tambah cantik, kalau ngak percaya, silahkan coba?

Cinta yang buta itu telah menghasilkan pemikiran tidak logis, tidak masuk akal sama sekali. Tatkala dunia dan semua orang sekitar berkata itu tidak baik, yang jatuh cinta bilang baik sekali. Tatkala dunia mengakui bahwa orang itu tidak cantik, yang jatuh cinta bilang cantik sekali. Cinta yang buta ini telah menyebabkan seseorang rela mengorbankan diri sendiri. Pernah terjadi satu pasangan muda-mudi diam-diam memadu kasih, namun orang tuanya tidak setuju. Selain si cowok lebih mudah beberapa tahun dari cewek , si cowok juga masih kuliah, ceritanya belum mandiri. Orang tua yang cewek berusaha memisahkannya putrinya dengan si cowok, akhirnya ia berusaha mengirim putrinya untuk studi ke Luar Negeri. Namun apa yang terjadi, malam hari sebelum dia berangkat ke luar negeri, ia pergi dari rumah bersama si cowok, dan menghilang hampir seminggu. Mereka sembunyi entah di mana? Cellulernya tidak diaktifkan, dan ia tidak memberitahu siapapun? Keluarga si cowok juga tidak tahu menahu akan kepergian anaknya ini, ceritanya orang tua kedua belah pihak saling mencari.

Karena kepanikan dan kebingungan ini, membuat orang tua pasangan ini akhirnya bertemu di suatu tempat, eh ternyata kedua ortu ini sudah saling mengenal, mereka adalah sahabat sewaktu di Sekolah Dasar. Ceritanya kayak film saja. Saya yakin Anda bakal tahu akhir cerita ini? Hari ke enam mereka kembali ke rumah, setelah ada jaminan dari orang tua mereka masing-masing bahwa mereka tidak bakal dipisahkan lagi? Nah untungnya mereka masih “sadar” sembunyinya masih di rumah salah seorang famili jauh, coba kalau di hotel atau tempat-tempat terlarang, bakal segera dinikahkan tanpa pesta! Harap an saya ini bukan sebagai contoh untuk Anda? Cinta itu buta, sekaligus membuat nekad!!

02
PACARAN YANG WAJAR?
Pacaran itu pasti akan timbul hal-hal yang baik maupun tidak, artinya kalau pacaran itu dijalankan sesuai dengan aturannya, kemudian tidak macam-macam yang artinya tidak melanggar jalur yang ditetapkan Tuhan, maka sebagian besar akan menjalankannya dengan penuh kebahagiaan. Namun sebaliknya, apabila pacaran itu dijalankan dengan semau gue, kemudian tidak takut pada Tuhan, maka jangan harap berkibat baik.
Di dunia bebas apalagi di Negara kita yang sudah 60 tahun merdeka, Anda bebas berpacaran, tetapi bebas dalam pengertian bukan sembarangan. Tetap saja ada batas-batasnya, ada batas etika, moral ,sopan santun. Kalau anda berani melanggarnya, maka resiko akan ditanggung sendiri.
Lalu sekarang apa yang dimaksud dengan berpacaran yang wajar?
1. Pacar itu jumlahnya Satu
Yang wajar tentunya seseorang itu berpacaran dengan satu orang, jadi tidak ada istilah ban serep. Pacaran akan menjadi tidak wajar bila sang cowok atau cewek mempunyai niat dalam waktu bersamaan berpacaran lebih dari satu orang. Teman, sahabat biasa saja boleh lebih dari satu dan sebanyak-banyaknya, namun yang dipilih menjadi pacar harus satu; kecuali kalau memang tidak cocok, maka kemudian berpisah dan cari pacar yang lain lagi.
2. Tidak Mengikat
Pacaran berbeda dengan menikah, jadi sifatnya masih belum mengikat, jadi sangat wajar kalau mereka yang sedang pacaran kalau masih memiliki banyak teman, masalahnya memang tidak mengikat. Kalau seandainya masih pacaran saja sudah terikat seperti “terpenjara” , tidak dapat dibayangkan seandainya sudah menikah.
KIra-kira belasan tahun lalu ketika saya masih menjadi guru, ada seorang rekan kerja saya yang wanita, pacarnya itu pencemburu sekali. Pernah terjadi karena pacarnya tidak dapat menjemputnya hari itu, lalu ada seorang rekan lain guru Fisika mengantarnya ke stasiun bis, maka keesokan harinya timbul masalah. Cowoknya itu datang mencarinya, dan timbul perkelahian, sungguh memalukan.
3. Dewasa
Dalam hal berpacaran juga diperlukan kedewasaan, di depan kita sudah sebutkan bahwa pacaran yang hanya hura-hura, makan-makan, jalan-jalan, nampaknya hanya menghambur-hamburkan uang dan waktu. Tidak ada waktu untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Setiap orang itu unik, latar belakang berbeda, sifat dan cara didik dari orang tua juga berbeda. Semua perbedaan ini akan coba dipersatukan dalam jangka waktu yang tidak diketahui namun singkat. Ada orang yang hanya pacaran setengah tahun sudah menikah, ada yang lebih dari itu. Diperkirakan tidak cukup waktu untuk mengenal lebih dalam, oleh sebab itu pacaran merupakan kesempatan yang ada untuk kedewasaan kita mengenal satu dengan lainnya. Perbedaan pendapat dan konsep ada kemungkian terjadi, namaun merke yang dewasa memiki sikap hormat dan menghargai pendapat orang lain.
4. Seimbang
Seimbang di dalam arti yang luas, ekonomi, pendidikan, umur dan iman kepercayaannya. Terlalu banyak ditemuakn persoalan kalau merka yang berpacaran dan tidak memperhatikan keseimbangan ini. Memang tidak semua, tetapi umumnya, mereka yang dari keluarga kaya akan menganggap remeh yang miskin, mereka yang berpendidikan akan merasa lebih hebat. Demikian juga umur, memang cukup mengagetkan kalau kita melihat ternyata ada pasangan yang perbedaan umurnya menyolok. Beberapa pasangan menjalani hubungan dengan penuh kesetiaan, namun tidak jarang juga mereka menjalaninya dengan berbagai motivasi, ada yang karena melihat harta kekayaan sehingga si cewek bersedia menikah dengan yang beruban, walaupun yang ganteng dan muda banyak menanti.
5. Kasih
Saling mengasihi adalah kunci utama di dalam berpacaran yang wajar. Mengasih juga bukan di dalam pengertian merasa kasihan kepada pacar kita. Tetapi kasih yang muncul dari hati yang terdalam, yang dimulai dengan pandangan pertama, kemudian diteruskan dengan saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran yang wajar seharusnya terjlain saling kasih-mengasihi, sebab ini merupakan fondasi pentingnya. Tanpa cinta kasih namanya bukan pacaran , itu hanya teman atau sahabat karib.
6. Sabar & Menguasai diri
Cinta kasih itu menghasilkan kesabaran, dan pacaran yang wajar juga perlu kesabaran, tidak boleh mendahului apabila belum saatnya. Mereka yang berpacaran mesti menahan diri, tidak boleh melanggar wilayah dan batas etika serta moral, terutama di dalam keeratan hubungan. Berpacaran bukan patokan mati untuk menikah, itu sebabnya kalau suatu saat memang tidak cocok, maka tatkala kedua insan itu mengambil keputusan untuk pisah, maka perpisahannya juga merupakan perpisahan yang baik-baik, artinya mereka bukan menjadi musuh, tetapi terjadi perubahan dari teman istimewa menjadi teman biasa.
Sekarang saya ingin bertanya pada anda yang lagi berpacaran? Apakah pacaran anda pada posisi yang wajar? Atau sudah tidak wajar sehingga melewati batas –batas terlarang. Pacaran yang tidak wajar akan merugikan kedua belah pihak baik cowok maupun cewek, sebab kesannya mereka tidak menghargai satu dengan yang lain. Kembalilah ke batas yang wajar!!



Rabu, 06 Juni 2007


01.
CINTA ITU ASYIIK!!

Nenek dan kakek kita ngak semua tahu dan berpengalaman dengan yang namanya berpacaran, beda dengan anak muda modern masa kini. Konon ceritanya, dulu calon dari nenek atau kakek sudah disiapkan sejak mereka kecil. Artinya sejak kecil sudah ada pasangannya untuk dijadiin isteri atau suami, tidak ada kesemptan memilih-milih lagi. Nah, yang bakal dijadiin pasangan itu bisa aja anak teman, sanak famili atau orang lain yang sudah dipesan atau “dibeli” sejak kecil. Namun jaman sekarang tentu beda, kita hidup di jaman yang semestinya untuk hal cari pasangan, orang tua diharapkan ngak campur urusan. Maunya hunting sediri, lacak dan survey sendiri dan bila perlu orang tua tinggal terima beres, dan yang paling penting ngak sampai malu-maluin orang tua dan orang sekampung. Jangan samapi terjadi NBA, bukan klub Bola Basket yang terkenal itu, tetapi Nikah By Accident

Kata orang pacaran itu merupakan kelanjutan dari kenalan kemudian diteruskan dengan hubungan muda-mudi terhadap lawan jenis. (oh ya ,tulisan ini khusus bahas pacaran ama lawan jenis loh ya, sebab di jaman edan ini, ada orang yang pacaran dengan yang sejenis). Jadi di dalam pacaran ini cowok dan cewek saling menjajaki seberapa cocok dan cekcoknya mereka berdua, termasuk latar belakang, watak, karakter, sifat, pendidikan, hobby dan lain-lainnya. Pacaran ini melebihi hubungan sekadar sahabat (sohib) atau kawan dekat, namun ini adalah kawan paling dekat dan akrab, yang berusaha mengerti satu dengan yang lainnya.

Kedewasaan berpacaran, tergantung pada prilaku yang sedang berpacaran itu, kadang kita masih menemukan berbagai hura-hura di dalam berpacaran, jadi pacaran itu diidentikkan dengan menonton, makan bareng, pamer diri , lalu memproklamirkan ini loh pacarku, yang mana sih pacarmu? (cantikkan? Tampankan?). Padahal pacaran itu adalah kelanjutan dari masa perkenalan kita, artinya kita sudah maju satu langkah lagi. Mestinya orang yang berpacaran itu sudah pada tahap keseriusan memikirkan masa depan mereka, bukan lagi seperti kanak-kanak atau masih ugal-ugalan. Oleh sebab itu di dalam kesempatan yang ada sewaktu pacaran, kita perlu mengisi dengan sebaik-baiknya untuk mencari tahu dan kenal lebih dekat pasangan kita, supaya kelak sewaktu menikah, kita sudah mengenal dia dan tidak menyesal seumur-umur. Nasi kalau udah jadi bubur, ngak bisa kembali lagi menjadi Nasi apalagi beras.

Seberapa lama seseorang berpacaran tergantung pada kedua orang itu, ada orang yang ketemu satu atau dua bulan sudah ngebet banget, setengah tahun kemudian minta nikah. Namun ada yang berpacaran 10 tahun masih belum menikah ( sampai bosen-bosen kali?). Namun kasihan kalau pacaran 10 tahun masih belum nikah, bisa jadi omongan dan gujingan tetangga kanan – kiri. Masyakarat itu jahat, omongannya sangat menusuk dan menyayat hati “Pacaran tok, kapan kawinnya?”

Orang kuno bilang cinta itu “dari mata turun ke hati”, itu sebabnya perlu jangka waktu untuk mendeteksi, pada saat pandangan pertama yang dipergunakan adalah mata, jadi mulailah memandang sana-sini melirik, bahkan melotot untuk melihat sejelas-jelasnya yang mana yang cocok, sesudah itu masa kenalan dan pacaran juga diperlukan hati, supaya merasakan cinta kasih yang sedalam-dalamnya.

Saya punya seorang teman, ketika ia berpacaran, orang tau cewek ngak setuju banget, alasannya si cowok orang ngak punya, sekolahnya juga masih belum kelar menjadi sarjana, kerja juga masih kurang stabil. Singkat cerita, orang tua cewek melarang keras berpacaran. Namun dasar sudah ngebet jatuh cinta, maka larangan orang tua dilanggar dan diabaikan, namun positipnya si cowok berjuang dan berjuang terus. Ia tahu kalau dianggap kurang bonafide, tidak ada gelar dan uang, mobil, rumah apa lagi. Itu sebabnya si cowok giat kuliah sambil kerja, satu dua tahun kemudian ia buka usaha sendiri.

Pada tahun ke tiga si cowok udah sukses, kali ini orang tuanya benar-benar salut pada perjuangan si cowok. Ijin pacarannya pun keluar, luar biasa! Nah ini hal-hal yang positip, perlu dicontoh oleh orang muda, ia tidak sekadar hura-hura dan ugal-ugalan, ada perjuangan yang mati-matian, cintanya murni tidak main-main.. Yang jeleknya adalah apabila si cowok secara diam-diam ngajak kawin lari, itu namanya mau jalan pintas. Akibatnya apa yang terjadi?, Cepat punya anak, gelar ngak dapet, pekerjaan tetap saja sebagai “pengacara” yakni pengangguran yang banyak acara.

Saya sih setuju banget kalo orang yang pacaran itu umurnya sudah “dewasa’ , paling sedikit sudah bisa cari duit. Jangan ntar mau ajak si cewek nonton masih minta pada orang tua, Kalau begitu kan repot!!. Nah, bila si cowok belom bekerja, ntar pacaran mereka jadi kelamaan, karena setiap ditanya kapan mau married selalu saja jawabannya belum siap. Tunggu selesai kuliah, sudah kelar kuliah masih menunggu cari kerja, sudah dapet kerja menunggu ngumpul duit dulu, ntar kalau sudah banyak duitnya, mulai tingkah yang aneh muncul. Cari lagi pacar yang lain pula? Gimana nich?? Kecuali kalau orang tuanya kaya-raya ngak masalah, ada atau ngak ada kerja, orang tua yang bakal sponsori untuk married, bahkan rumah bagus juga udah disediakan. Tetapi mestinya si cewek , perlu pikir dua tiga kali kalau mendapat cowok yang bisanya ngandalin orang tua? Sampai kapan?? N’tar kayak burung dalam sangkar, sangkarnya sih bagus, tetapi si penghuninya tidak merasa bebas.

Pacaran juga ada bahayanya tahu ngak? Mestinya orang-orang dewasa sudah pada tahu! Mengapa saya katakan demikian!. Ketika si cewek dan cowok duduk bersamaan, dekat merapat lagi, wong namanya manusia normal; ada strumnya loh. Nah strumnya kalo ngak terkontrol ada bahayanya, itu sebabnya perlu waspada, saya yakin anda mengerti maksudnya. Di dunia Barat mereka yang pacaran masalah cium dan mencium itu bukan hal yang perlu di sensor, di jalanan lampu merah, di lapangan parkir, di Super Market bahkan yang bikin orang sebel ada yang nekad berada di depan kita, gila n”gak?. Itu namanya mengenyek! Apalagi gayanya terbawa nafsu. Bisa “bahaye…..kate orang Jakarte”
Bagaimana mencari pacar dan di mana tempatnya? Pertanyaan ini cukup seru dijawab, sebab ada orang bilang cari pacar seharusnya di kampus, khususnya di sana banyak bunga-bunga kampus yang bertengger terutama di kantin atau perpustakaannya. Ada yang bilang di kantor tempat kita kerja juga ada, di gereja ada juga? Yang lain bilang di toko buku, belakangan ada toko buku tertentu yang boleh jadi tempat mejeng baik cowok atau cewek, biasanya yang ke sana tidak beli atau baca buku, cuma melihat-lihat saja, sambil cuci mata; mana tahu kenalan dan dapat pacara di sana. Nah, ini motivasi tambahan dari seseorang, selain kuliah , kerja atau beribadah, dan kunjungi toko buku maka ada “Udang dibalik batunya”. Kasihan toko buku!!
Jaman sekarang ini bisa juga cari pacar di Warnet (Warung Internet) , kok bisa? Ya bisa saja, melalui chating dengan orang-orang, namun bahayanya banyak yang suka berbohong statusnya. Walau begitu, ada pasangan yang saya kenal sudah menikah dan cara berkenalannnya justru melalui jalur Internet, saat ini mereka sudah menikah dan tinggal di luar negeri. Ada lagi yang saat ini sedang pacaran, asyik kata orang muda.
Yang pasti jangan cari pacar di nite club, atau tempat-tempat orang mabuk, dan ekstasi, Anda bakal dapat kerja tambahan, selain orang tua Anda tidak setuju, teman-teman juga, kecuali teman-temanmu semua penghuni di sana.
Oh ya, di bawah ini ada sebuah kutipan yang sudah saya revisi sedemikian rupa, beberapa tips untuk cari pacar yang diselingi dengan gombal-gombalan. Mau coba ?
Pertama : Carilah pacar yang sesuai dengan keadaan anda, jangan seperti pungguk merindukan bulan, pokoknya cari sesuai dengan standard anda. Umpama begini, jika kamu mau menjadi isteri yang Ahli ekonomi, maka kamu juga harus kuliah di Fakultas Ekonomi, supaya pada saat kuliah Anda tidak tamat sekalipun , paling tidak ketemu suami yang Ahli Ekonomi.
Kedua : Carilah pacar yang ganteng dan cantik dan jangan mencari yang jelek, tetapi biasanya yang jelek bakal menjadi jadi cantik kalau sudah jatuh cinta, harus juga yang baik hati. Alasannya ialah, ganteng dan cantik tidak dapat dibeli, memang dari sananya (baca sono), dan tidak akan rugi dapat yang ganteng, namun perlu hati-hati semua yang kelihatan di luar bukan jaminan, kegantengan dan kecantikan segera berlalu bersama waktu, bahkan mereka yang ganteng dan cantik lebih mudah diserobot oleh orang lain. Tingkah laku seseorang dapat berubah 180 derajat, asal ia mau bertobat. Udah itu kalo bisa cari seorang yang pemberani, namun takut akan Tuhan. Pacar yang ganteng en cantik juga akan memperbaiki keturunan di kemudian hari, sekali lagi ini hanya perkiraan bukan jaminan ya!
Ketiga : Carilah pacar yang kaya dan giat bekerja, alasannya materi itu perlu juga lho ! Ya nggak 100% sih, sebab jika Anda punya pacar yang bokek dan malas, walaupun ia seganteng bintang F-4 yakni Tao Ming Se dan Anda bakal sengsara sebab kekayaan segera ludes, Anda harus bantu cari uang dan banting tulang. Tetapi, sebaliknya kalau dianya memang giat bekerja, tidak perlu kuatir.
Ke empat : Di rumah Anda kan ada cermin, jika wajah Anda tidak punya wajah cakep, ya tahu diri sedikit bila milih pacar. Jangan pasang target terlalu tinggi, pasti tidak bakal tercapai. Namun di luar perkiraan Anda dan Anda akan merasa heran, orang-orang yang tidak termasuk kategori bunga kampus, kadang-kadang mendapet suami yang tampan juga.
Ke lima : Jangan terlalu mencintai pacar Anda sehingga lupa segala-galanya apalagi melupakan Tuhan, lupa pelajaran di kampus, lupa pekerjaan dan lupa diri. Saat ini anda baru berpacaran, bagaimana kalau sudah menikah, benar-benar tidak ingat segala-galanya. Kalau di tengah-tengah pacaran kemudian ada maslah dan putus, amak Anda akan susah sekali; bisa gantung diri di pohon cabe.
Ke enam : Ada yang usul kalau stok produksi orang Indonesianya habis, cari pacar yang bule saja, konon cerita mereka yang bule itu pada tinggi ,cakep dan ganteng, asal jangan cari yang pengangguran saja. Warga Negaranya juga Luar Negeri lagi, keren, Anda bakal diboyong ke sana.
Permisi tanya, apakah Anda sudah punya pacar? Apakah di dalam masa berpacaran anda sudah memikirkan keseriusan untuk hidup bersama kelak? Dijamin Anda pasti tidak dilarang orang tua kalau Anda memang sudah dewasa. Sebab apabila dilarang terus-menerus nanti kalian mogok berpacaran, maka mereka bisa kalang kabut. Maka jadilah jomblo. Saat ini yang penting sewaktu berpacaran harus penuh tanggung jawab dan tidak main main. Pacaran bukan dosa, selama berada pada jalur tata-krama, nilai moral etika dan kesopanan. Yang paling penting jangan mempermainkan pacar Anda, sebab “sang pacar” memang bukan barang mainan, walaupun ada orang yang suka mempermainkannya. kualat loh.